Postingan

Tiga

Tidak aktifnya ponsel Sara membuat laki-laki itu panik. Tidak pernah sekalipun Sara mematikan ponselnya. Daniel keras untuk itu. Dan Sara tahu itu. Bahkan ketika mereka bertengkar ringan, tidak pernah Sara mematikan ponselnya. Mau gua cariin tiket pulang, buddy? Seakan tahu kecemasan di wajah sahabatnya, Ferdi langsung mengontak salah satu maskapai penerbangan dan memesankan satu tiket untuk Daniel. Yang malem udah habis. Jadi gua ambil yang paling subuh besok buat elu. Jam 5.45 berangkat. Daniel mengganguk. Makasih banyak, Fer. Oke, sekarang daripada lo cemas kayak gini, belum tentu juga istri lo kenapa-kenapa, ayok kita jalan. Udah 3 hari lo semedi. Sekarang saatnya turun gunung. Gua tahu tempat buat ngopi yang paling enak di sini. 

perpisahan

entah berapa kepergian yang saya lalui dengan tetap bekerja, melanjutkan apa yang detik itu sedang saya lakukan. sambil dengan berusaha keras menahan gemuruh di hati dan lautan air mata yang mendobrak ingin keluar. entah berapa perpisahan yang tidak mampu saya datangi langsung. untuk sekedar berdoa di pinggir peristirahatan terakhir mereka. berbagi tangis dan kesedihan bersama para saudara. mengenang kebaikan dan momen yang tidak akan kembali terulang selamanya. ya, saya sedih. mengakui itu bagian dari hidup saya sekarang. resiko anak perantauan yang memilih bekerja dan hidup jauh dari lingkaran keluarga, dari kampung halaman. yang perlu lebih dari satu jam untuk berlari pulang begitu berita itu dikabarkan. ya, saya menyesal. mengakui saya tidak pernah mampu menjadi sandaran, meminjamkan bahu dan memberikan pelukan menenangkan kepada orang-orang tersayang saya, yang hati jauh lebih hancur berkeping-keping. sejujurnya saya tidak punya hak untuk bilang saya paling sedih, karena k...

another year to pass

tepat seminggu yang lalu, 14 Agustus 2016, hari Minggu yang mendung dan akhirnya hujan deras, saya berusia 26 tahun. masih dengan status lajang bahagia dan belum kepingin mendua, masih pegawai bank swasta dan mulai ada keinginan mencoba pekerjaan baru lainnya, masih hobi tidur dan bahkan akhir-akhir ini jadi sering kebablasan enggak tahu aturan kalau badan sudah kecapean. pastinya, saya masih anak ingusan yang baru belajar cari uang sendiri, hidup mandiri, dan bersikeras beliin bapak ibu macem2 dan bertekad won't let them suffer. bapak sama ibu harus bahagia di hari tua. selama 26 tahun ini, saya bersyukur saya mulai bisa sedikit demi sedikit mendobrak zona tidak nyaman saya untuk mengikuti dan mencoba apa yang - tersembunyi di sudut hati paling dalam - sesungguhnya ingin saya lakukan. atau setidaknya sekali seumur hidup saya. meski beberapa orang akan berpikir sebaliknya. masih banyak daftar hal-hal yang dulu tidak sempat atau tidak mampu saya lakukan karena berbagai alasa...

Desember 2015

waaah sudah satu lebih dari satu tahun semenjak terakhir kali saya memutuskan untuk berhenti, menulis. apapun. sudah satu tahun. Rasanya seperti sudah lama sekali, serius. karena saya memaksa diri ini untuk menelan semua cerita, proses, kesenangan, penyakit, dan moment yang tercipta, bulat-bulat. suka tidak suka. telan! sampai perut ini memelar. sampai mabuk. telan saja. alhamdulillah, saya selamat. dan seperti apa yang saya katakan dalam hati ketika saya memutuskan untuk berhenti, cukup satu tahun. iyah, cukup satu tahun saja saya menelan semuanya sebagai ganti pahit itu. sudah sama yah. jangan meminta lebih. jangankan satu tahun, dalam hitungan hari saja, saya bisa melewatkan begitu banyak moment yang menggelitik jari jemari saya untuk mulai menuliskannya. sebagai ganti janji sakral saya, sambil mandi saya bicara dalam hati, enggak bisa tidur saya bercerita dalam hati, selepas solat saya mendongeng kalimat demi kalimat. merangkum apa yang tidak mampu saya tulis. sambil menyesal r...
Halo november.. I quit yah See you next time.. dadah :)

semesta berkuasa

Ketika kau jatuh, tak ada yang perlu ditangisi, apalagi menyalahkan katak yang gagal kau tangkap. Karena semesta mengajarkan mu harumnya bau tanah dan kerasnya aspal. Ketika kau naik, tak ada yang perlu dibanggakan. Ada orang yang kau injak, atau sesuatu yang kau ludahi. Semoga tidak ada yang sakit atau tidak rela dan mendoakanmu. Semesta mengajarkan untuk terus menunduk. Tak ada yang lebih tinggi. Selama kau masih manusia. Ketika kau sakit, tak ada yang perlu kau sesali. Baik itu mantan, teman tusuk belakang, bos, apalagi alam. Semesta mengajakmu istirahat dan berpikir positif. Tidak ada yang sia-sia. Selama langkah dan niatmu baik. Atau ketika kau lelah setelah seharian bekerja. Dari pagi sampai malam. Saat sebagian orang lain istirahat hati, tenaga, dan pikiran. Dan yang membuatmu tetap bertahan adalah sebenuk waktu tak seberapa yang menunggumu malamnya. Dan yang kau dapat ternyata bulan sabit. Menghadapmu penuh amarah. Tak ada yang perlu membuatmu kecewa. Semesta mengajarka...

halo november

Bulan ini saya mulai dengan penolakan. 2 kali dalam satu hari. Yang berujung pada migren dua hari berturut-turut dan sakit kepala setiap pagi saya bangun tidur. Sampai hari ini. Kata ibu itu hanya masalah kebiasaan. Saya belum terbiasa ditolak. Apalagi dengan ekspektasi tinggi. Harapan melambung tinggi. Fantasi gila. Jadi begitu pada akhirnya saya gagal, rasanya seperti disambar petir tengah hari. Atau dijatuhkan dari lantai 2. Rasanya tidak sakit. Tapi mendung ini tidak juga mau pergi. Yang hasilnya, mood saya berantakan berhari-hari. Ironi. Manakala niat awal iseng, harus berakhir tertimpa tangga. Selalu begitu. Tapi bulan ini bahkan baru berjalan 6 hari. Dan tiba-tiba pekerjaan saya seperti tidak ada habisnya. Selalu ada tanggungan setiap weekend. Mungkin itu caraNya menghibur saya. dengan menyibukkan, berharap saya lupa. Tiba-tiba. Setiap malam saya tidur cepat. Tidak ada hal menarik yang membuat saya rela buka mata lebih lama. Seakan dunia setelah gelap, lebih indah. Leb...